DAILY NAV

Kolaborasi Webinar MNC Asset-Indopremier: Optimistis di Akhir Tahun dan Pentingnya Dana Darurat

Jakarta, 17 November 2020 - MNC Asset Management sukses menyelenggarakan webinar gratis bersama Indopremier Online Technology (IPOT) pada 16 November 2020 lalu. Dalam webinar tersebut dipaparkan mengenai kondisi resesi Indonesia yang sudah minus selama 2 kuartal berturut-turut akibat kontraksi ekonomi seluruh dunia karena pandemi Covid-19.

Kendati demikian, menurut Brand Manager IPOTFund Sandy Afriliando Putra, kondisi ini akan mengalami bounce back pada kuartal 4 tahun 2020 sampai kuartal dua dan tiga tahun 2021 jika kondisi pandemi dapat semakin terkendali.

“Kalau kita lihat memang pada Q2 ekonomi Indonesia masih minus 5,32% , lalu pada Q3 sedikit lebih baik yaitu minus 3,49%. Kondisi ini mencerminkan bahwa kondisi ekonomi dan market akan bersiap untuk bounce back,” tutur Sandy.

Dengan kondisi demikian, imbuhnya, maka saat ini masih ada peluang untuk berinvestasi pada instrumen yang risikonya lebih tinggi namun memberikan imbal hasil paling optimal seperti reksa dana pendapatan tetap ataupun reksa dana dana saham. Di samping itu Sandy juga mengingatkan untuk tetap mengisi pos dana darurat karena pandemi masih belum berakhir.

Adapun Brand Manager MNC Asset Annafrid Nikijuluw juga menekankan bahwa dana darurat tidak boleh dikesampingkan mengingat pandemi ini masih ada dan bahkan di beberapa negara Eropa mulai merasakan second wave dari penyebaran virus ini. Dengan kondisi yang masih uncertain ini, maka menyiapkan dana darurat merupakan hal yang bijak untuk dilakukan.

“Meskipun keadaaan ekonomi menunjukan tanda tanda pemulihan, namun kita tetap waspada bahwa pandemi ini belum berakhir dan penting sekali untuk tetap menyisihkan alokasi dana darurat pada instrumen yang risikonya rendah namun memberikan imbal hasil yang optimal seperti reksa dana pasar uang MNC Dana Lancar,” ujar Annafrid.

Seperti diketahui, produk MNC Dana Lancar dapat dibeli pada plaform IPOTFund dengan mudah dan murah mulai dari Rp 100.000. Investasi ini dapat menjadi pilihan untuk mengalokasikan dana darurat yang harus dipenuhi 6 – 12 kali pengeluaran bulanan.